23, Juni 2008
Ujian Nasional dan kualitas guru
Posted by anawia under bangkitlah, renungan | Tag: ujian nasional |No Comments
Alhamdulillahirabbil ‘alamin Hari ini saya mendengar berita kelulusan siswa Mts Negeri, dari teman teman yang masih sekolah. Ada beberapa sekolah hanya meluluskan 2 orang saja. Entah apa sebenarnya kendala yang menyebabkan ujian kali ini banyak yang tidak lulus. Apa karena mereka memang tidak pintar, atau karena soal ujiannya memang terlalu sulit. dari standard yang diujikan, bukankah nilai minimum masih belum tinggi. seandainya sudah mencapai 8,00 barulah nilai ini dikatakan tinggi.
Masalah ini adalah masalah serius yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Mengingat ini adalah menyangkut generasi penerus masa depan Indonesia. kebanyakan siswa yang tidak lulus adalah siswa yang berasal dari pedesaan. Coba saja kita bandingkan antara siswa di jakarta dengan siswa di Kalimantan dan Sulawesi. sangat jauh persentase kelulusannya. ini penyebabnya apa?
Awal ditetapkannya oleh pemerintah tentang penerapan standar kelulusan menurut saya sangat berat. Tapi ternyata semua itu memiliki hikmah yang besar untuk direnungkan. Menurut saya dengan diadakannya standart kelulusan ini membuat kita tahu sampai dimana kualitas dari pendidikan diindonesia. tapi sayangnya ini masih belum seimbang. Tapi sayang, niat baik pemerintah ini tidak diterima dengan lapang dada oleh Masyarakat. padahal ini bisa dijadikan sebagai ukuran untuk peningkatan kualitas pendidikan indonesia. Yang lebih gila lagi, Masyarakat bisa melakukan demo seperti yang terjadi pada kelulusan tahun yang lalu.
Seharusnya dengan adanya kebijakan seperti ini, maka orang tua dan siswa harus lebih memperhatikan volume belajarnya untuk dapat lulus dalam Ujian Nasional ini.
Ketidak lulusan dalam Ujian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Terutama Faktor kerajinan siswa untuk belajar. dalam hal ini bukan belajar dalam menghadapi ujian saja, tetapi belejar dalam hal keseharian mereka dirumah. Karena itulah mereka tidak lulus. dari yang saya ketahui, banyak yang tidak lulus itu adalah karena kurangnya mereka belajar dirumah dan mereka hanya mengandalkan belajar pada saat menjelang ujian saja.
Dalam hal ini kita bisa mengibaratkan seperti tanaman yang kurus. kita ingin memiliki tanaman yang berbuah bagus tapi kita tidak merawatnya. Pada saat musim panen, kita juga ingin panen sementara tanaman kita tidak sehat. yang kita lakukan adalah memupuk dan memperhatikannya saat tiga hari menjelang panen. yang terjadi adalah kita tetap tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Bahkan jika kita kebanyakan memberi pupuk maka tanaman itu bisa mati.
Faktor penyebab lain dalam kelulusan ini adalah guru. ini bagi saya pribadi guru juga ikut menentukan kelulusan. Karena berdasarkan pengalaman, saya sewaktu masih kelas satu SMA nilai matematika saya baik. tetapi saat kelas dua nilai matematika satu turun penyebabnya adalah guru. Guru kelas dua ini tidak begitu pandai dalam menjelaskan. banyak penjelasan yang diberikan tidak dimengerti dan hal ini membuat saya menjadi malas untuk belajar pelajaran ini. Dalam hal ini saya Cuma menghayal bagaimana kalau guru atau pengajar ini juga dites. Berikan standart kelulusan guru untuk menentukan layak atau tidaknya seseorang menjadi guru. Karena pengalaman saya sekolah dari SD sampai tamat SMA ini banyak guru yang tidak berkualitas dalam mengajar. Standart yang perlu diteskan menurut saya ialah dalam bidang penyampaian materi. terutama dalam penyampaian pelajaran kepada siswa yang agak lambat dalam penerimaan pelajaran. Dalam hal penguasaan kelas juga perlu diperhatikan.
Bagaimana teman ada yang setuju gak dengan pendapat saya tentang Ujian nasional dan kualitas guru saat ini. jika anda setuju atau tidak, coba sampaikan komentarnya.